Jenis Indikator Forex Paling Akurat Untuk Open Posisi Buy Sell Gratis

Jenis Indikator Forex Paling Akurat
Jenis Indikator Forex Paling Akurat

Menentukan Jenis Indikator Forex, Manakah yang Paling Populer Untuk Posisi Buy Sell?


Bagi orang awam, kegiatan trading Forex mungkin tampak mudah. Padahal semua transaksi harus dianalisis terlebih dahulu menggunakan indikator Forex. Disinilah Jenis Indikator forex akan menentukan.


Fungsi indicator forex adalah, sewaktu Anda mau memilih ‘buy’ atau ‘sell’, harus ada pertimbangan-pertimbangan tertentu dengan dasar yang jelas. Permainan Forex bukan mengandalkan hoki semata.


Namun perlu perhitungan matang dan mantap. Oleh sebab itu, trading Forex menggunakan sinyal Buy Sell tak bisa dipandang sebelah mata. Pastikan Indikator Forex Terbaik yang sudah dipilih sesuai kondisi Market saat itu.


Lalu apa pengertian indikator Forex sendiri? Indikator dapat dikatakan sebagai metode yang digunakan sebagai pedoman untuk membantu trader membaca situasi pasar di masa depan. 


Indikator Forex untuk open posisi yang didasarkan pada situasi yang dipetakan tersebut, trader dapat menentukan keputusan transaksi, apakah ingin melakukan ‘buy’ atau ‘sell’.


Setting indikator Forex juga sangatlah mudah, cukup install saja di aplikasi android untuk MT4 atau Versi computer. Pada MT4 tersebut sudah disediakan berbagai jenis indicator untuk membantu anda dalam melakukan open posisi.


Dengan begini, indikator memegang fungsi yang cukup penting dalam proses transaksi Forex. Download Indikator Forex Paling Akurat gratis melelui ebook gratis atau bisa menjadi followe trader senior yang sudah berpengalaman pastinya.


Fungsi Indikator Forex


Fungsi indikator Forex dalam penggunaanya ada dua, yaitu :


  • Menginformasikan kepada trader tentang situasi pasar, yang mana nantinya trader dapat menentukan taktik seperti apa yang harus digunakan. Situasi pasar dalam hal ini berkaitan dengan situasi pasar yang sedang ramai atau sepi, oversold, overbought, keadaan trending, acak, dan sebagainya.
  • Menyampaikan sinyal pada trader untuk masuk atau keluar pasar Forex pada saat yang tepat. Artinya, indikator dapat menjadi pedoman bagi Anda untuk memulai transaksi atau menutupnya.


Jenis Indikator Forex Khusus Teknikal


Jenis Indikator forex yang digunakan untuk memberikan gambaran perubahan harga di kemudian hari adalah indikator teknikal. Metode ini dibuat dengan dasar perhitungan matematis terhadap harga kurs, volume, dan minat pasar. Sedangkan jenis-jenisnya adalah :


1. Overlay


Cara kerja dari indikator ini adalah dengan membentuk grafik baru dari grafik pasar yang tampak. Tekniknya yaitu dengan menumpuk grafik yang dibuat tersebut di atas grafik pasar. 


Indikator ini pun masih terbagi dalam beberapa macam. Tapi beberapa diantaranya yang sangat sering digunakan oleh para trader adalah Moving Average (MA), Bollinger Bands (BB), Parabolic SAR dan Ichimoku Kinko Hyo.


2. Oscillator


Cukup berbeda dengan overlay, indikator osciliator bekerja dengan cara menunjukkan pergerakan nilai tertinggi dan terendah yang kemudian disajikan di bawah grafik pasar. 


Satu perbedaan yang cukup signifikan antara overlay dan oscillator adalah dasar penghitungan matematisnya. Bila overlay lebih mengandalkan penghitungan berdasarkan harga, maka osciliator menggunakan komponen naik turunnya volume trading. 


Beberapa macam indikator oscillator yang juga sering digunakan adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI), Stochastic Oscillator, Money Flow Index dan lain-lain.


Indikator Forex Terbaik serta Paling Populer Diantara Para Trader


Diantara semua jenis indikator forex terbaik yang telah diciptakan, tentu hanya beberapa saja yang kerap digunakan oleh para trader. Berikut uraian selengkapnya :


1. Moving Average (MA)


Indikator Forex satu ini dapat dikatakan sebagai ‘pembuka’ sebelum menemukan indikator lain yang lebih sesuai. MA seringkali diterapkan oleh para pemula trader. 


Mengapa? Karena cara penggunaannya sederhana dan mudah dimengerti oleh para pemula. Tak heran bila MA menjadi favorit.


Cara penggunaan MA adalah dengan menarik garis pada periode panjang yang menjadi acuan untuk melihat situasi uptrend maupun downtrend. Ketika grafik menunjukkan uptrend, maka buat garis periode pendek. Bila garisnya berpotongan dengan periode panjang, maka Anda harus siaga melakukan transaksi ‘buy’.


2. Moving Averages Convergence Divergence (MACD)


Indikator kedua adalah MACD yang merupakan turunan dari MA. Konsepnya yaitu penggunaan dua buah Exponential Moving Averages (EMA) dengan periode fast length dan slow length. 


Anda akan mendapatkan sinyal ‘buy’ ketika periode fast length memotong slow length dengan gerakan naik, sedangkan sinyal ‘sell’ sebaliknya.


3. Relative Strength Index (RSI)


Indikator Forex RSI lebih cocok digunakan ketika Anda ingin melihat situasi trading yang sedang overbought atau oversold saat sedang trend. Range skalanya sendiri berkisar antara 0 sampai dengan 100. 


Bila garis yang dibuat menunjukkan skala grafik di atas 70, maka situasi pasar adalah overbought. Namun, saat garisnya berada di bawah skala 30, maka pasar oversold.


4. On Balance Volume (OBV)


Gambaran umum dari indikator OBV adalah selaras dengan pergerakan harga pasar. Artinya, saat harga pasar akan mengalami kenaikan, maka OBV juga naik. 


Sementara bila harga pasar kemungkinan turun, maka OBV juga turun. Akan tetapi, kadang situasi pasar tidak dapat diprediksi. 


Lebih ringkasnya, Anda bisa melihat jika garis OBV berjalan naik tapi ternyata harga pasar tidak berubah, maka kemungkinannya adalah harga tersebut mengikuti gerakan OBV. 


Jenis Indikator Forex apa yang akan digunakan tergantung dari situasi dan sifat para trader. Mereka mempunyai perspektif masing-masing untuk menentukan strategi. Anda pun bisa mencoba mana saja yang kira-kira paling akurat, karena hal ini juga akan menentukan nasib ke depannya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url